Senin, 03 Desember 2012

pengembangan sosial emosional anak


Pengembangan Sosial Emosional Anak Melalui Kegiatan Rutin, Terprogram, Spontan, dan Keteladanan

A.    Pengembangan sosial emosional melalui kegiatan rutin
1.      Pengertian, tujuan, dan fungsi
a.      Pengertian
Perkembangan  social emosional pada anak TK dapat mengikuti suatu pola tertentu,yaitu suatu perilaku yang teratur,disiplin, dan baku (sesuai standar) berdasarkan penciptaan kondisi-kondisi optimal dalam lingkungannya.Artinya berbagai jenis dan pola perilaku tersebut dapat dikembangkan melalui penjadwalan secara terus-menerus hingga perilaku yang diharapkan melekat pada anak secara kuat dan menjadi bagian dari perilaku positif yang dimilikinya.
b.      Tujuan dan fungsi
Tujuan dari penyediaan program atau kegiatan rutin adalah untuk menyediakan suatu bentuk kegiatan yang dapat dijadwalkan secara terus menerus dan atau periodik untuk membentuk kebiasaan yang diperlukan anak TK dalam berinteraksi,bersosialisasi,dan bermasyarakat.
2.      Ruang lingkup program
Kawasan pola perilaku yang dapat dikembangkan melalui kegiatan rutin dan pembiasaan,di antaranya berikut ini.
·         Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan
·         Mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain
·         Tolong menolong atau bergotong royong sesame teman
·         Tenggang rasa terhadap keadaan orang lain
·         Rapi dalam berpakaian,bertindak, dan bekerja
·         Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan
3.      Contoh pelaksanaan
Beberapa kegiatan rutin terjadwal yang dapat diadakan,antara lain berikut ini
a.       Kegiatan baris berbaris sebelum masuk kelas
Kegiatan ini jika diorganisasikan secara baik oleh guru dan anak yang akan membawa dampak yang cukup hebat pada pembentukan perilaku anak sebagai bekal kehidupannya di masyarakat,misalnya
·         Memiliki kebiasaan antri
·         Memiliki kebiasaan bergiliran
·         Menanamkan kesabaran sesuai dengan keharusannya
·         Menanamkan kebiasaan hidup tertib,rapi,dan disiplin
b.      Kegiatan berdoa sebelum dan sesudah memulai kegiatan belajar
Kegiatan ini dapat dibiasakan dan menghasilkan perilaku khusus di antaranya adalah :
·         Kesadaran akan kebesaran tuhan
·         Memiliki hafalan doa yang biasa dibacakannya
·         Menumbuhkan rasa bersyukur
·         Menyadari kelemahan dan kekurangan dirinya,sebagai dasar untuk bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh
·         Memiliki tata cara berdoa yang sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.
B.     Pengembangan sosial emosional melalui kegiatan terprogram
1.      Pengertian,tujuan, dan fungsi
a.      Pengertian
Pelaksanaan pengembangan sosial emosional melalui kegiatan terprogram maksudnya adalah kegiatan yang dibuat secara terencana.secara sederhana,terprogram maksudnya adalah kegiatan yang menjadi agenda dan dirancang dalam silabus guru,baik untuk jangka waktu yang pendek maupun panjang,yaitu untuk satu hari,satu minggu,satu bulan maupun lebih lama lagi.
b.      Tujuan dan fungsi
Secara umum tujuan pengembangan pembelajaran secara terprogram adalah agar segala kemampuan yang dituangkan dalam kurikulum TK dapat tercapai lebih optimal,sistematis,efektif,dan efisien.Adapun tujuan khusus pengembangan yang bersifat terprogram ini adalah sebagai berikut.
·         Anak dapat terfasilitasi secara lebih terarah dan professional dalam perkembangan sosial emosionalnya karena kegiatan telah dirancang sebelumnya.
·         Kemajuan pengembangan sosial emosional anak dapat lebih terkontrol,terukur dan mengacu pada standar perilaku dan emosi anak usia TK.
·         Berbagai bentuk gangguan sosial emosional lebih mudah terdeteksi sehingga berbagai tindakan baik preventif maupun kreatif dapat segera ditangani secara cepat,dan tepat
c.       Ruang lingkup program
Secara umum ruang lingkup program untuk pengembangan perilaku ini sama seperti yang akan dikembangkan dalam kegiatan rutin,tetapi akan menjadi berbeda isi programnya jika rancangan program ditujukan pada anak tertentu atau sering disebut sebagai layanan individual,misalkan program untuk menangani anak yang mogok sekolah atau program untuk menangani anak yang sulit berpisah dengan orang tua.
Kesuksesan dari kegiatan yang terprogram ini ditentukan oleh beberapa factor berikut.
·         Kematangan perencanaan,yaitu perencanaan dibuat dan dipersiapkan dengan waktu yang cukup serta berisikan segala kebutuhan yang akan dilakukan dalam program itu.
·         Kesiapan dukungan sarana,yaitu kegiatan pembentukan perilaku sosial emosional akan semakin optimal jika sarananya tercukupi.
·         Kesatuan tim kerja,yaitu guru,staf,dan anak harus memiliki kesamaan sasaran.
d.      Contoh pelaksanaan program
1.      Di sekolah
Rancangan program dapat mengikuti format yang digunakan kurikulum 2004,dalam bentuk silabus berikut.
·         Hasil belajar
Anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan baik,sopan,dan wajar dengan temannya
·         Kegiatan
Kegiatan dilakukan dengan sosiodrama atau dengan bermain peran
2.      Di luar sekolah
Program dalam bentuk kunjungan atau bermain di luar sekolah,seperti di kebun sekolah atau di tempat lain
·         Hasil belajar
Anak berempati pada orang lain yang mengalami musibah dan berbagai kekurangan
·         Kegiatan
Program kunjungan dapat dilakukan ke panti asuhan,ke rumah seorang teman yang miskin,atau sakit.untuk kunjungan ke luar sekolah ini guru memperhatikan beberapa hal berikut.
o   Keselamatan dan keamanan anak selama perjalanan dan di tempat kegiatan hingga pulang ke rumah
o   Kesehatan anak.jangan sampai anak-anak TK di ajak berkunjung ke tempat-tempat yang dapat menularkan penyakit karena anak masih rawan kondisi fisik,medis,maupun psikologisnya
o   Kesegaran anak mengikuti kegiatan sehingga anak terhindar dari tekanan emosional yang merugikan,misalnya stres,murung,dan sebagainya.
o   Persetujuan dan kepercayaan orang tua yang penuh merupakan factor kunci dari keberhasilan program sehingga dapat membantu keterlaksanaan program secara penuh,terutama jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.
C.    Pengembangan social emosional melalui kegiatan spontan
1.      Pengertian,tujuan, dan fungsi
a.      Pengertian
Pembelajaran bersifat kontekstual dan dinamis,apalagi jika sasaran belajarnya adalah anak TK.karakteristik anak yang masih rendah konsentrasinya,besifat spontan,egosentris,dan masih labil emosi,serta masih terbatas keterampilan sosialnya akan menjadikan pembelajaran mereka menjadi sangat tinggi dinamikanya.
b.      Tujuan dan fungsi
Secara umum tujuan dari pembelajaran spontan adalah untuk lebih meningkatkan apresiasi anak terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam bidang pengembangan social emosional karena pembelajaran disajikan dengan kejadian yang sangat nyata dan diminati oleh anak.pembelajaran spontan yang baik akan berfungsi efektif dalam memenuhi kepuasan,menjaga minat dan motivasi,serta meningkatkan kebermaknaan belajar.
2.      Ruang lingkup program
Aspek-aspek yang dikembangkan dalam pembelajaran spontan tetap harus mengacu pada standar perilaku yang berlaku dalam kurikulum.jadi,secara formal rincian perilakunya sama dengan yang dikembangkan dalam kegiatan rutin,terprogram maupun dalam kegiatan lainnya.
3.      Contoh pelaksanaan
Berdasarkan contoh perilaku spontan soal melihat pesawat maka pembelajaran selanjutnya dapat di kemas sebagai berikut.
a.       Berikan keleluasaan pada anak untuk memperhatikan pesawat yang mereka lihat.
b.      Setelah anak kembali ke tempat duduk,mereka akan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan pesawat yang baru saja dilihatnya itu.
c.       Apa yang harus anda lakukan dengan materi yang sebelumnya sudah ‘diprologkan’ ke hadapan anak?untuk itu terdapat 3 pilihan,yaitu mau dikembalikan ke materi semula,mau beralih pembahasan,atau mau dikolaborasikan.
d.      Jika akan diarahkan kepada pengembangan perilaku social emosional anak maka segeralah pembelajaran diarahkan pada ilustrasi-ilustrasi terkait dengan tuntutan dari isi program tersebut,misalkan saja mulailah tanggapi pertanyaan anak secara baik dan memuaskan bagi anak.

Karena emosi memainkan peran yang sedemikian penting dalam menentukan cara penyesuaian pribadi dan sosial yang  akan dilkukan anak.tidak hanya dalam masa kanak-kanak tetapi juga setelah mereka tumbuh menjadi remaja dan dewasa Maka perkembangan mereka harus sedemikian rupa sehingga memungkinkan penyesuaian yang baik.Segala sesuatu yang mengganggu perkembangan emosi yang baik akan menghambat penyesuain yang dilakukan anak.

Lagi pula karena dasar bagi berbagai pola emosi terletak pada awal kehidupan,Maka tahun-tahun awal kehidupan adalah periode yang penting dalam menentukan bentuk pola itu.
Contohnya bisa anak memperoleh kepuasan dengan cara menyelidiki segala sesuatu yang membangkitkan keingintahuan mereka,Kebiasaan itu menjadi sangat kuat.sebelum mereka tahu bahwa penyelidikan yang tidak terkendalikan itu tidak dapat di terima oleh kelompok sosial dan mereka dapat dijuluki sebagai pengintip.
D.    Pengembangan social emosional melalui kegiatan keteladanan
1.      Pengertian,tujuan, dan fungsi
a.      Pengertian
Pembelajaran dengan teladan adalah pembelajaran melalui contoh-contoh yang baik ,dapat diterima oleh masyarakat ,dan sesuai dengan standard an system nilai yang berlaku.
b.      Tujuan dan fungsi
Tujuan dari pembelajaran teladan adalah untuk mengarahkan anak pada berbagai contoh pola perilaku yang dapat diterima oleh masyarakat,yaitu dengan cara menampilakannya langsung di hadapan atau  dalam kehidupan bersama anak.Fungsi pembelajaran teladan ini untuk membentuk karakter dan perilaku dasar ini dapat diterima secara efektif.
2.      Ruang lingkup program
Progam dan isinya yang dapat ditularkan kepada anak terkait dengan pengembangan social emosional,cukup luas cakupannya.Tetapi,secara umum keteladanan yang dapat ditularkan kepada anak antara lain :
a.       Keteladanan dalam beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,seperti adab berdoa,adab sholat,adab membaca kitab suci,dan sebagainya.
b.      Keteladanan dalam berhubungan dengan orang lain,seperti cara menyapa ,cara meminta ,cara berkomunikasi,tatakrama,sopan santun,mengendalikan marah,dan lain-lain.
c.       Keteladanan dalam bekerja dan menyelesaikan masalah,seperti bersabar,bersemangat,menjaga kondisi kerja,disiplin,dan sebagainya.
d.      Teladan dalam berpakaian atau berbusana,seperti berpakaian kerja,berpakaian pesta,berpakaian ibadah,berpakaian kematian,termasuk mengenakan sepatu.make up dan sebagainya.
3.      Contoh pelaksanaan
Mengajarkan keteladanan tentang menjaga kebersihan lingkungan                 
a.       Hasil belajar
Anak memiliki kebiasaan membuang sampah pada tempatnya
b.      Kegiatan
Sediakanlah tempat sampah di dalam kelas,meskipun sebelumnya tidak ada.lalu apa pun yang menyakut sampah hendaklah para guru membuangnya ke situ.Keteladanan tidak bisa sebentar,hendaklah kegiatan itu dilakukan dalam periode yang panjang,bila perlu sepanjang tahun.


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar